5 Cara Memaksimalkan Kualitas Kerja

2 years ago / 808 Views

Menjadi karyawan, berangkat kerja di awal pagi dan kembali pulang ketika malam menjelang adalah pemandangan mainstream yang seringkali kita lihat, bahkan kita alami sendiri. Sebagian dari kita ada juga yang bekerja hanya sebagai rutinitas dan kewajiban terhadap perusahaan. Sehingga segala pekerjaan yang telah dikerjakan serasa biasa-biasa saja dengan hasil yang begitu-begitu saja, tidak memberikan kontribusi positif terhadap diri sendiri, yang diperoleh hanya rasa lelah. Hal ini diibaratkan bagai zombie tak berjiwa, tak mempunyai passion ataupun hasrat untuk beraktifitas lebih. The Walking Dead istilahnya.

Memang tidak semua pekerjaan yang kita miliki adalah benar-benar pilihan kita, benar-benar sesuai dengan passion kita. Tapi manusia selalu punya pilihan, pilihan untuk berada di zona statis, menunggu dan melihat yang lainnya berlari meninggalkan atau memilih berada di zona dinamis, ikut berlari mengikuti perkembangan dan tuntutan era. Kita bisa memilih menjadi bagian dari mesin yang menggerakkan roda perusahaan atau sekedar menjadi robot yang digerakkan oleh mesin perusahaan. Menumbuhkan semangat dan sikap energik dalam bekerja bukanlah perkara mudah, kuncinya adalah keinginan kuat dari sendiri. Menjadi motivator bagi diri sendiri dan menjadi inspirator bagi orang lain.

Berikut beberapa hal yang bisa ditanamkan pada diri sendiri sebagai pemacu agar bekerja bisa lebih bersemangat dan berenergi:

  1. Yakinlah bahwa pekerjaan yang kita lakukan berdaya guna dan memberi manfaat terhadap orang lain, setidaknya kepada lingkungan terkecil kita, yaitu keluarga. Pikirkan bahwa kehadiran kita masih dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan hidup orang lain.
  2. Bahwa pekerjaan yang kita kerjakan membutuhkan keahlian dan keterampilan. Keahlian dan keterampilan tersebut tidak dimiliki oleh setiap orang. Meski demikian keahlian dan keterampilan tersebut harus terus diasah agar meningkat dan bisa ditularkan ke orang lain. Tanamkan pikiran bahwa sekecil apapun bentuk karya kita terhadap perusahaan tempat kita bekerja, bisa memberikan kontribusi bagi tumbuh dan kembangnya perusahaan. Dan pastikan kontribusi positif tersebut semakin meningkat dari waktu ke waktu.
  3. Bahwa setiap insan hidup tidak lepas dari permasalahan yang mendera. Mengeluh itu wajar,tapi secukupnya saja. Pisahkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan, jadilah profesional. Orang yang berpikir atau bertindak mature/dewasa adalah orang yang bisa mengendalikan emosi dan perasaannya disaat kondisi tidak menyenangkan, serta mampu menempatkannya pada posisi yang sesuai. Sehingga segala aktifitas kerjanya tidak dipengaruhi oleh permasalahan yang ada.
  4. Sempatkan untuk selalu tersenyum. Orang yang bersemangat, seringkali menyisipkan senyuman dalam setiap tindakannya. Tersenyum merupakan salah satu proses alami untuk membuat tubuh rileks. Tubuh yang rileks dan nyaman mampu membangkitkan mood seseorang dalam bekerja, sehingga pekerjaan yang dilakukannya menjadi produktif.
  5. Terakhir, nikmati pekerjaan yang kita miliki. Dengan menikmati pekerjaan kita, merupakan salah satu wujud rasa syukur atas perolehan rezeki dari Tuhan. Orang yang tidak menikmati pekerjaan cenderung mudah mengeluh dan terlihat lesu dalam bekerja. Pekerjaan kita adalah identitas kita, selama masih mengikuti aturan, lakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. Siapa lagi yang bisa memberikan nilai luar biasa terhadap pekerjaan kita kalau bukan kita sendiri.

Untuk itu, mulailah latih diri untuk terbiasa dengan budaya kerja yang energik serta tulari orang lain dengan sikap tersebut. Jiwa-jiwa enerjik mampu menghasilkan tenaga-tenaga potensial untuk terus menggerakkan roda perusahaan menuju perusahaan yang tumbuh dan berkembang secara sehat.

Latest News