Penting! Cara Membuat Pelanggan Setia Dengan Produk Anda

7 months ago / 1382 Views

Siapa sih yang tidak mau bisnisnya ramai oleh pelanggan? Sebagai pebisnis, tentu kita akan selalu menggunakan segala cara dan strategi agar pelanggan puas dengan produk/jasa kita sehingga mereka menjadi pelanggan setia di bisnis kita. Well, terbukti, kan, kalau ‘pelanggan adalah raja’ itu fakta? Tanpa mereka, tentu bisnis kita bukanlah apa-apa.

Selain menarik pelanggan baru, kita juga harus bisa fokus dengan mempertahankan para pelanggan setia kita. Percayalah, justru ini yang lebih sulit. Memiliki pelanggan yang datang pertama kali ke bisnis Anda itu memang tidak begitu sulit, tetapi pointnya adalah bagaimana Anda mempertahankan mereka untuk datang kembali terus menerus ke bisnis Anda karena persaingan akan semakin ketat serta trend akan terus berubah dan bekembang.

Pelajaran kali ini datang dari pengalaman Handsome Coffee Roasters (HCR), salah satu coffee shop yang terletak di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat. Pemiliknya bernama Michael Philips, seorang juara World Barista Champion tahun 2010.

(Sumber: http://yanphoto.com/how-to-drink-coffee-beneficially/)

Menariknya, selain menyajikan berbagai macam aneka kopi seperi coffee shop lainnya, ternyata HCR memiliki 3 prinsip utama yang membuat bisnis mereka sukses dan berbeda dari coffee shop lainnya. Tiga prinsip utama tersebut meliputi Hospitality, Accessibility, dan Uncompromosing Quality atau yang biasa mereka sebut The 3 Simple Pillars.

Namun selain itu, salah satu pendirinya, Tyler Wells menilai ada satu hal yang tidak kalah penting dari 3 pilar tersebut, yaitu Customer Service. Penanaman nilai-nilai customer oriented dalam bisnisnya berikut ini ia dapatkan dari para pelanggan yang datang ke kedai kopinya.

Without customers, there is no customer service

Bagi Wells, ada hal yang sering kali dilupakan oleh banyak pelaku bisnis bahwa pelanggan adalah hal yang utama. Kita bisa memiliki produk yang berkualitas atau proses kerja yang hebat, namun ingat akhirnya pelanggan lah yang memutuskan - sudah cukup pantas kah dia merelakan uang yang dimilikinya untuk ditukarkan dengan produk dan jasa yang kita tawarkan. Sehingga pastikan seluruh aktivitas kerja kita memang bernilai untuk pelanggan kita, kalau belum, perbaikilah.

The experience is most of the product

Ingat, hubungan dengan pelanggan tidaklah sekedar proses penjualan, kemudian selesai saat pelanggan keluar dari toko kita, atau ketika PO sudah didapatkan. Wells menceritakan dalam kedai kopinya, para customer, selain bisa merasakan kopi yang lezat, pelanggan juga bisa menikmati ruangan yang nyaman, sehingga mereka merasa “diterima.” Begitu juga dalam bisnis Anda, saat pelanggan bisa menikmati proses saat berbelanja di store, atau saat mencoba produk, atau merasa dilayani saat berbelanja. Proses pengalaman pembelian tersebut menjadi bagian dari produk kita juga.

Meet people where they are

Menurut Wells, kita perlu menyadari bagaimana kita tetap relevan pada bisnis yang kita jalani. Salah satunya mengetahui siapa dan di mana saja basis pelanggan Anda. Dia memberi contoh dalam bisnis coffee shopnya, ia ingin pelanggan yang masuk diterima dengan tangan terbuka dan merasa nyaman berada di dalam tokonya. Begitu juga dalam bisnis kita, kita perlu belajar memahami karakter pelanggan, kebutuhannya serta bagaimana mereka ingin diperlakukan.

(Sumber: https://knowyourgrinder.com/canadian-coffee-culture-eh/)

Your customer will be as great or awful as you permit

Wells sangat percaya jika kita memiliki harapan/target dan dijalankan dengan upaya maksimal maka customer pun dapat merasakannya. Oleh karena itu, baginya sangat menyenangkan bila kita memiliki tujuan yang jelas dalam bisnis. Namun, kita perlu menjalankan bisnis sewajar mungkin dan tidak memberikan janji yang tidak bisa kita capai. Contohnya, jika kita menjual hamburger yang enak, namun pelanggan kita ingin membeli sup yang nikmat, berarti kita belum berhasil menyampaikan pesan dari layanan bisnis yang kita lakukan.

Have a purpose

Ketahui siapa saja yang ingin Anda buat ‘senang’ dalam hal ini dan bagaimana membuat pelanggan Anda merasa puas akan produk dan layanan yang Anda berikan. Wells berpendapat bahwa meskipun kita tidak bisa membuat senang semua orang, itu bukanlah masalah. Namun, kita harus tetap melayani sepenuh hati siapa pun yang menghargai pekerjaan dan kualitas dari produk dan kenyamanan yang dapat kita berikan.

 

Disadur dari:

https://uxmag.com/articles/five-customer-experience-lessons-coffee-taught-me

Latest News