5 Skill yang Dibutuhkan Untuk Bekerja di Bidang Social Media

3 years ago / 8276 Views

Beberapa tahun yang lalu, judul jabatan "Social Media Manager" belum ada di industri manapun. Namun hingga hari ini, hampir setiap perusahaan memiliki seseorang karyawan yang bertanggung jawab atas media sosial perusahaan tersebut. Pada perusahaan kecil, orang yang mengelolanya mungkin orang yang sama yang menangani hubungan masyarakat (HR) atau pemasaran (Marketing).

Jadi, apa sebenarnya yang dilakukan oleh Social Media Manager? Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa manajemen media sosial berarti hanya menjawab pertanyaan pelanggan di Facebook dan Twitter. Padahal sesungguhnya, pekerjaan tersebut tidak hanya sekedar menjawab pertanyaan dan mengumpulkan follow, like, comment, dan share, tetapi jauh dari itu.

Upaya media sosial harus dikelola oleh seseorang yang tahu cara melacak, mengukur, dan memperbaiki media sosial dengan baik - bukan oleh seseorang yang hanya tahu bagaimana menggunakan Facebook dan Twitter.

Entah Anda ingin dipekerjakan atau saat ini Anda sedang merekrut posisi tersebut, berikut lima keterampilan yang harus dimiliki setiap pengelola media sosial - ditambah beberapa alat yang akan mempermudah pekerjaan.

Komunikasi sesuai target

Tujuan media sosial adalah menjadi suara bagi merek / perusahaan Anda dan untuk berkomunikasi dengan pelanggan Anda ataupun yang berpotensi menjadi pelanggan Anda. Konten yang Anda bagikan pada setiap platform harus sedikit berbeda.

Tantangannya adalah untuk memahami konten apa yang paling sesuai untuk Facebook dan konten apa yang lebih baik untuk Twitter, Instagram, Pinterest, atau sejumlah media sosial lainnya. Kemudian, Anda harus bisa membuat posting yang efektif untuk setiap platform tertentu.

Sebagai inspirasi, lihat strategi media sosial dari merek besar seperti Starbucks atau Kiehl’s. Perusahaan mempromosikan produk yang sama persis di dua platform media sosial, namun gambar dan copynya sedikit berbeda, dan pesannyapun cenderung lebih terang-terangan berorientasi pada penjualan di Facebook daripada di Instagram.

Kreativitas

(sumber: pexels.com)

Bukan hanya menulis yang menjadi bagian utama dari pekerjaan, kemampuan untuk menciptakan konten visual juga sama pentingnya. Delapan dari 10 usaha kecil menggunakan media sosial untuk mendorong pertumbuhan perusahaan mereka. Itu berarti ada banyak kompetisi untuk masalah visual.

Untuk menonjol di tengah persaingan, Anda harus memiliki kemampuan untuk menciptakan visual brand yang hebat di semua media sosial Anda, dan Anda perlu memiliki strategi posting yang mencakup beragam konten kreatif dan eklektik, termasuk gambar, video, promosi, dan halaman arahan lainnya. Semakin beragam portofolio konten Anda, semakin baik kesempatan Anda untuk menjadi seorang manajer media sosial yang sukses.

Ketahui strategi pemasaran dan periklanan

Kebanyakan deskripsi pekerjaan untuk pengelolaan media sosial dijamin mencakup “berinteraksi dan terlibat dengan para pelanggan maupun calon pelanggan.” Keterlibatan tersebut termasuk menanggapi komentar, berinteraksi, dan menambah viewers dan followers pada berbagai konten Anda. Anda harus tahu bagaimana cara berbicara dengan pelanggan dan cara yang sesuai untuk perusahaan. Secara umum, siapa pun yang memasuki industri harus memiliki pengetahuan menyeluruh tentang iklan Facebook secara efektif yang bukan hanya sekedar bisa menggunakan Facebook itu sendiri.

Intuisi

Jaringan sosial menyimpan sejumlah besar informasi pelanggan yang sedang menunggu ditemukan oleh banyak brand.

Sebagai manajer media sosial, Anda harus memahami jenis informasi pelanggan apa yang paling berharga untuk bisnis atau merek Anda. Misalnya, apakah Anda perlu mengumpulkan alamat email untuk usaha pemasaran di masa depan? Dapatkah crowdsourcing membantu Anda mengetahui jenis produk dan layanan yang mungkin diminati pelanggan Anda?

Cara termudah untuk mengumpulkan data ini adalah dengan menjalankan promosi dan pemberian hadiah. Orang umumnya bersedia untuk berbagi informasi tertentu tentang diri mereka sendiri - terutama informasi kontak email - jika ada potensi hadiah di dalamnya untuk mereka.

Jika Anda memiliki waktu luang, coba belajar bagaimana membangun dan menyelenggarakan kontes, giveaway, atau formulir pendaftaran.

Berpikir Kritis

(sumber: pexels.com)

Bagian terakhir dari teka-teki ini adalah kemampuan untuk menganalisis hasil usaha Anda. Seorang manajer media sosial harus dapat menentukan, misalnya, berapa lama sekali media sosial Anda akan mendapatkan pertunangan terbaik, apakah viewers Anda menyukai video lebih dari sekedar foto, atau jika Anda melihat lonjakan followers ketika Anda membagikan tautan terebut. Inilah jenis wawasan yang akan memastikan konten dilihat oleh khalayak seluas mungkin.

Ketika bisnis-bisnis pertama kali mulai menggunakan media sosial, alat yang tersedia untuk mengukur keberhasilan kampanye dan upaya lainnya hanya berjumlah terbatas, namun kini, pengelola media sosial sudah banyak dan diharapkan terbiasa dengan beberapa alat analisis yang banyak tersedia.

Setiap platform memiliki alat analisisnya sendiri, namun ada juga yang menggunakan Google Analytics atau alat analisa lainnya. Manajer media sosial harus meluangkan waktu untuk belajar bagaimana menggunakan beberapa pilihan yang berbeda, karena masing-masing akan memberi nilai berbeda bagi perusahaan. Ahli pengelola media sosial menyarankan untuk belajar mulai dari Facebook Insights, Google Analytics, Buffer, dan BuzzSumo.

Peran manajer media sosial kini telah menjadi kebutuhan bisnis, jadi jagalah agar resume dan keterampilan Anda tetap up to date dan terbaru dengan tetap mengikuti tren terkini - dan Anda akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mendaratkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Latest News