Tradisi Unik Tahun Baru Hijriyah di Berbagai Daerah

1 year ago / 572 Views

Tahun Baru Islam 2017 jatuh pada tanggal 21 September 2017. Perayaan ini juga diperingati pada malam hari sebelum tanggal satu, ini biasanya disebut dengan Satu Suro menurut kalender Jawa. Tahun Baru Islam atau Tahun Baru hijriyahiah ini merupakan hari yang penting bagi seluruh umat Islam untuk memperingati penghijirahan Nabi Mihammad Saw.

Negara Indonesia adalah negara yang luas dan kaya akan budaya serta tradisi. Di setiap pulaunya memiliki kebiasaan dan kepercayaannya tersendiri yang saling berbeda antar daerah, terutama saat Malam Satu Suro yang terjadi pada Tahun Baru Islam. Kemeriahan ini biasanya dirayakan dengan berbagai acara khas seperti pantangan hingga acara ritual yang sakral. Bagi masyarakat Jawa, Satu Suro ini merupakan hari yang suci untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Di Keraton Surakarta, memiliki tradisi Kebo Bule keramat milik Kyai Slamet di mana kawanan Kebo Bule tersebut akan diarak keliling kota. Banyak masyarakat dari kota Solo, Wonogiri, dan sekitarnya rela menunggu dan berebut ingin menyentuh Kebo Bule tersebut. Tidak hanya itu, bahkan banyak orang-orang sana yang memiliki kepercayaan bahwa kotoran Kebo Bule tersebut dapat membawa berkah untuk mereka.

Masih di pulau Jawa, di Kraton Ngayogyakarta, kini bukan kerbau ataupun hewan yang diarak, melainkan benda pusaka. Tradisi ini dinanti-nanti oleh masyarakat Yogyakarta untuk ikut berkeliling benteng kraton. Ritual ini juga disebut sebagai tapa mbisu mubeng beteng karena para masyarakat yang mengikuti ritual ini tidak diperkenankan untuk berbicara sama sekali, seperti layaknya orang yang sedang bertapa.

Pernahkah Anda mendengar tradisi Ngumbah Keris? Ya, tradisi satu ini adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa lainnya dalam memperingati hari Satu Suro. Tradisi ini hanya boleh dilakukan pada satu tahun sekali yaitu pada bulan Suro karena dianggap hari yang keramat. Cara memperingati Satu Suro tersebut yaitu dengan mencuci keris sakti agar kekuatan ghaib pada keris akan semakin bertambah kuat.

Kalau di Makassar, para ibu rumah tangga di sana akan membeli perabotan rumah tangga sebagai penyambutan Tahun Baru Hijriyah ini. Perlengkapan rumah tangga yang dibelipun tidak sembarangan, perlengkapan tersebut harus memiliki fungsi dapat “menampung” seperti gelas, ember, mangkok, gayung dan baskom. Para ibu rumah tangga akan datang berbondong-bondong untuk memborongnya agar dipercaya dapat memberikan lebih banyak berkah dan rejeki di tahun yang baru. Momen ini sangat menguntungkan toko-toko peralatan rumah tangga untuk mendapatkan omset yang berkali-kali lipat dari biasanya karena ibu-ibu tersebut bisa membeli lebih dari satu barang.

Nah, unik-unik bukan? Bagaimana dengan perayaan di daerah Anda?

Latest News